
Kenapa Konflik Israel dan Houthi Kembali Memanas?
Rekam Digital ,Surabaya, – Konflik Israel dan Houthi memanas kembali di Agustus 2025 setelah serangkaian serangan militer yang saling balas. Ketegangan ini berdampak luas, tak hanya pada Yaman dan Israel, tapi juga pada stabilitas kawasan dan jalur perdagangan dunia.
Serangan Rudal Cluster oleh Houthi Jadi Titik Balik
Pada 22 Agustus 2025, kelompok Houthi dari Yaman menembakkan rudal cluster ke wilayah Israel. Serangan ini memicu kekhawatiran karena submunisi yang tersebar tetap aktif meski rudal dihancurkan di udara.
Target serangan berada di sekitar Bandara Ben Gurion. Meski tidak ada korban jiwa, ancaman terhadap infrastruktur sipil dinilai sebagai eskalasi besar oleh Israel.
Israel Merespons Keras Lewat Serangan Udara
Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Sanaa, ibu kota Yaman. Fasilitas yang diserang meliputi:
-
Pangkalan militer Houthi
-
Gudang bahan bakar dan senjata
-
Pembangkit listrik utama (Haziz)
-
Istana presiden
Serangan menyebabkan setidaknya 6 korban jiwa dan lebih dari 80 orang luka-luka, serta memicu pemadaman listrik di beberapa wilayah.
Mengapa Konflik Ini Terus Berulang?
Konflik Israel dan Houthi memanas karena akar masalah yang lebih dalam:
-
Houthi pro-Palestina: sejak perang Gaza, kelompok ini aktif menyerang Israel dan sekutunya.
-
Dukungan Iran: Houthi mendapat pasokan senjata, pelatihan, dan teknologi dari Iran.
-
Ketegangan ideologis & strategis: Israel melihat Houthi sebagai ancaman regional seperti Hizbullah.
Ancaman Terhadap Laut Merah dan Perdagangan Dunia
Houthi juga sering menyerang kapal dagang di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, jalur penting bagi perdagangan global. Ini menyebabkan:
-
Lonjakan biaya pengiriman
-
Gangguan rantai pasok energi
-
Peningkatan militerisasi kawasan
Amerika Serikat dan Uni Eropa membentuk misi laut seperti Operation Prosperity Guardian dan Aspides untuk mengamankan jalur tersebut.
Tabel Ringkasan Situasi Terkini
Aspek Konflik | Penjelasan Singkat |
---|---|
Pemicu | Rudal cluster Houthi ke Israel (22 Agustus 2025) |
Respons Israel | Serangan udara ke fasilitas Houthi di Sanaa & sekitarnya |
Dampak | Korban jiwa, pemadaman, gangguan perdagangan Laut Merah |
Keterlibatan Iran | Dukungan senjata & logistik ke Houthi |
Risiko ke depan | Potensi perluasan konflik di kawasan Timur Tengah |
APLIKASI PENGHASIL UANG TERCEPAT 2025
Baca juga : Buronan Sri Lanka Ditangkap di Indonesia, Siap Diekstradisi