
Senasib Solskjaer dan Mourinho: Dipecat dari Klub Turki
Rekam Digital , Surabaya, – Dua nama besar di dunia kepelatihan sepak bola, Ole Gunnar Solskjaer dan José Mourinho, mengalami nasib serupa di akhir Agustus 2025. Mereka sama-sama dipecat oleh klub-klub asal Turki setelah gagal membawa tim masing-masing lolos ke kompetisi Eropa musim ini.
Solskjaer Dipecat dari Besiktas
Solskjaer resmi didepak dari posisinya sebagai pelatih Besiktas pada 28 Agustus 2025. Pemecatan itu terjadi setelah Besiktas gagal melaju ke babak utama UEFA Conference League. Mereka tersingkir oleh klub Swiss, Lausanne-Sport, dengan agregat 2-1.
Solskjaer, yang baru melatih Besiktas sejak awal tahun 2025, dinilai gagal memenuhi ekspektasi manajemen dan fans. Gagalnya lolos ke turnamen Eropa menjadi pukulan besar, baik secara kompetitif maupun finansial bagi klub.
Mourinho Juga Kehilangan Jabatan di Fenerbahce
Hanya berselang 10 jam setelah Solskjaer dipecat, giliran José Mourinho yang harus angkat kaki dari Fenerbahce. Penyebabnya sama: Fenerbahce kalah dari Benfica dalam babak playoff Liga Champions, dengan skor agregat tipis 1-0.
Mourinho, yang pernah sukses di berbagai klub besar seperti Real Madrid dan Chelsea, tidak mampu menambah prestasi di Turki. Meski membawa pengalaman dan nama besar, kegagalan lolos ke Liga Champions menjadi batas kesabaran manajemen Fenerbahce.
Persamaan Nasib Dua Eks Pelatih Manchester United
Menariknya, baik Solskjaer maupun Mourinho pernah menjabat sebagai pelatih Manchester United. Kini, keduanya menghadapi kenyataan pahit yang sama — kehilangan pekerjaan secara bersamaan, di negara dan waktu yang sama pula.
Ini menyoroti betapa dunia kepelatihan sepak bola semakin keras dan tidak mengenal nama besar. Bahkan pelatih sekaliber Mourinho tidak kebal dari tuntutan hasil instan.
Dampak & Reaksi Dunia Sepak Bola
Media Eropa dan Asia langsung menyoroti pemecatan ganda ini. Banyak pihak menilai bahwa manajemen klub-klub Turki sangat ambisius, namun tidak memberikan waktu adaptasi yang cukup bagi pelatih.
Pemecatan ini juga menjadi sinyal bagi pelatih lain, termasuk Ruben Amorim yang saat ini menukangi Manchester United. Tekanan tinggi dan ekspektasi cepat menjadi norma baru di dunia sepak bola modern.
APLIKASI PENGHASIL UANG TERCEPAT 2025
Baca juga : Sah! Xavi Simons Resmi Gabung Tottenham Hotspur